Nama: Atikah Ghaisani
NPm : 2518031020
Prodi : farmasi
Resume Materi Pertama
Pemateri: Dr. dr. Evi Kurniawaty, S.Ked., M.Sc
Tema: Pembelajaran di perguruan tinggi dan plagiarisme
Pembelajaran di perguruan tinggi menuntut mahasiswa lebih mandiri, mampu mengatur cara belajar sendiri, serta mengaitkan pengalaman hidup ke dalam proses belajar. Orientasinya tidak hanya pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pencapaian kompetensi, pengembangan diri, dan persiapan karier. Prinsip andragogi menekankan bahwa orang dewasa belajar karena kebutuhan untuk tahu, lebih suka dilibatkan dalam pengambilan keputusan, menjadikan pengalaman sebagai sumber belajar, serta berorientasi pada pemecahan masalah nyata dengan motivasi internal. Strategi yang efektif meliputi diskusi interaktif, studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, serta refleksi pribadi. Meski begitu, ada tantangan seperti keterbatasan waktu dan energi, perbedaan generasi, hingga konflik antara tugas akademik dengan tanggung jawab pribadi. Untuk mengatasinya, universitas menyediakan dukungan berupa kelas malam/akhir pekan, pengakuan pembelajaran lampau (RPL), fasilitas daring, dan layanan konsultasi. Mahasiswa juga wajib menghindari plagiarisme, yaitu mengambil karya atau ide orang lain tanpa pengakuan yang tepat. Bentuknya bisa berupa menyalin langsung tanpa sumber atau memodifikasi tanpa menyebutkan rujukan. Dampaknya serius, mulai dari nilai dibatalkan, skripsi ditolak, hingga pelanggaran hukum. Cara mencegahnya adalah dengan membiasakan kutipan dan parafrasa yang benar sesuai etika akademik.
⸻
Resume Materi Kedua
Pemateri: Prof. Dr. Asep Sukohar, M.Kes.
Tema: Tata krama dan norma kehidupan kampus
Materi ini membahas tata krama dan norma kampus yang menjadi pedoman bagi seluruh civitas akademika, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Rektor Unila No. 359/UN26/BT/2012. Tata krama diartikan sebagai etiket atau sopan santun dalam berhubungan dengan orang lain untuk menjaga keharmonisan dan kesepakatan sosial. Aturan ini mencakup tata pergaulan mahasiswa maupun dosen, yang mencerminkan budaya saling menghargai di lingkungan kampus. Salah satu wujud penerapannya terlihat pada etika berpenampilan, di mana mahasiswa diharapkan berpakaian rapi, sopan, tidak menerawang, dan sesuai dengan ketentuan universitas. Selain itu, etika komunikasi juga sangat ditekankan, meliputi sikap sopan, empati, tanggung jawab, serta integritas berupa kejujuran dan konsistensi. Jika aturan ini dilanggar, dampaknya bisa berupa timbulnya konflik, hilangnya rasa saling percaya, bahkan sanksi akademik yang merugikan mahasiswa itu sendiri. Oleh karena itu, tata krama bukan hanya aturan formal, melainkan bagian penting untuk membentuk karakter, menjaga keharmonisan, serta mendukung perkembangan akademik dan profesional mahasiswa.
⸻
Resume Materi Ketiga
Pemateri: dr. Oktafany, S.Ked., M.Pd.Ked
Tema: Sistem perkuliahan dan pembimbingan akademik
Sistem perkuliahan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan menggunakan sistem SKS, di mana jumlah SKS yang dapat diambil mahasiswa ditentukan oleh Indeks Prestasi (IP) semester sebelumnya. Jika IP tinggi, mahasiswa dapat mengambil hingga 24 SKS, sedangkan jika rendah hanya 12 SKS. Penilaian hasil belajar dikonversi ke huruf mulai dari A (76–100) hingga E (<50). Kurikulum disusun sesuai program studi. Pada Pendidikan Dokter, semester awal berfokus pada mata kuliah dasar biomedis (Anatomi, Biokimia, Fisiologi), kemudian berlanjut ke sistem organ, farmakologi, penyakit tropis, hingga tahap profesi. Pada Farmasi, perkuliahan dimulai dari ilmu dasar (Kimia, Fisika, Biologi), kemudian dilanjutkan dengan farmasi lanjutan (Farmakologi, Farmasetika, Kimia Medisinal) serta praktik lapangan menuju profesi apoteker. Pada Gizi, mahasiswa awalnya belajar dasar ilmu gizi dan biomedis, lalu mata kuliah lanjutan seperti penilaian status gizi, dietetik penyakit, gizi olahraga, hingga praktik klinik, penelitian, dan skripsi dengan tambahan kajian terbaru. Selain itu, setiap mahasiswa memiliki dosen Pembimbing Akademik (PA) yang berperan dalam menyusun rencana studi, memberi saran pengambilan SKS, serta memantau perkembangan akademik. Jika ada masalah kompleks, mahasiswa dapat diarahkan ke Tim Bimbingan Konseling Mahasiswa (TBKM) untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Materi ke-4 oleh dr. Rasmi Zakiah Orti membahas hak dan kewajiban mahasiswa.
Dasarnya adalah UUD 1945 Pasal 28E ayat (3), UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Kode Etik Mahasiswa, serta Pertor Unila No. 25/2020.
Hak mahasiswa meliputi: layanan pendidikan sesuai minat, fasilitas akademik, bimbingan dosen, kebebasan akademik, pindah prodi, layanan kesejahteraan, ikut organisasi, serta menyelesaikan studi lebih cepat jika memenuhi syarat.
Larangan mahasiswa mencakup: menghalangi ibadah, menghasut melawan hukum, memakai narkoba/miras/senjata/judi, melanggar kesusilaan, dan menyebarkan ajaran terlarang.
Sanksi dijatuhkan melalui tahapan pelaporan, pemeriksaan, putusan, dan banding.
Pemateri ke 5 dr. Roro ruhmi windi perdana, sked. M. Kes., sp. A(k)
Sarana prasarana adalah segala sesuatu yang mendukung proses belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat agar pendidikan tercapai dengan baik.
Tata tertib penggunaannya antara lain: pemakaian di luar KBM harus izin resmi, digunakan sesuai fungsi dan jadwal, menjaga kebersihan dan keamanan, tidak boleh merusak atau memodifikasi tanpa izin, melaporkan kerusakan, serta mengutamakan kepentingan bersama.
Perannya meliputi mendukung pembelajaran, menciptakan kenyamanan, meningkatkan profesionalitas, menunjang kegiatan akademik maupun non-akademik, serta mendorong prestasi mahasiswa.
Hari ke 4
Pemateri: Dr. Rani Himayi, sp. M
Profil Program Studi Farmasi
• Akreditasi: Baik Sekali (B) dan terdaftar dalam PPPA di berbagai universitas ternama.
• Daya Tampung: sekitar 100 mahasiswa per tahun, dengan angkatan pertama dimulai pada 2019.
• Kedudukan: Berada di bawah Fakultas Kedokteran dengan tujuan melahirkan lulusan farmasi yang profesional, kompetitif, dan berintegritas.
• Kerja Sama: Kolaborasi dengan UNPAD, UNSOED, ITB, UNS, dan beberapa universitas besar lainnya.
Struktur Organisasi & SDM
• Ketua Prodi: dr. Rani Himayani, Sp.M.
• Guru Besar: Prof. Dr. dr. Atiep Dukohr, Sp.KKLP.
• Laboratorium: Kimia Farmasi Klinis (apt. M. Iqbal), Farmakinetika, dan lainnya.
• Tenaga Dosen: Terdiri dari berbagai dosen bergelar M.Farm, M.Klin.Farm, dan Spesialis Kedokteran.
• Tendik & Admin: Mendukung kelancaran administrasi dan kegiatan akademik mahasiswa.
Visi, Misi, dan Tujuan
• Visi: Menjadi program studi unggul dengan keunikan pada pemanfaatan bahan alam berbasis agro-medicine.
• Misi: Menyelenggarakan pendidikan farmasi dengan kurikulum berbasis kompetensi, membentuk lulusan profesional dan berdaya saing.
• Tujuan: Mengidentifikasi dan mengatasi masalah penggunaan obat, memberikan informasi obat yang tepat, serta melakukan promosi kesehatan di masyarakat.
Kurikulum & Pendidikan
• Beban Studi: 144 SKS.
• Metode Pembelajaran: Kuliah, tutorial, praktikum, penelitian, diskusi, dan presentasi.
• Semester: Dimulai dari mata kuliah umum, kewirausahaan, hingga penyusunan karya tulis ilmiah (PR/Skripsi) dan ujian komprehensif.
• Sistem Penilaian: Nilai A setara dengan 4,0 (≥76).
• Keunggulan: Menerapkan IPE (Interprofessional Education).
• Peluang Karier Lulusan: Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, BPOM, Industri Farmasi, dan penelitian.
• Prestasi Nasional: Juara ISHAB 2024, Juara 3 KFI UNSRI 2022, dan lainnya.
• Fasilitas: Laboratorium CP, biokimia, biomolekuler, patologi klinik, farmakologi, ruang tutorial, serta CBT center.
Kegiatan Mahasiswa
• Kuliah Lapangan: Rumah sakit, industri farmasi, komunitas apoteker.
• Organisasi: HIMFARMA, PHARMCARE, DIPTALK, HIDING, dsb.
• Kompetisi & Event: Olimpiade Farmasi Indonesia, seminar nasional, kuliah tamu.
• Magang & Mentoring: BPOM, rumah sakit, maupun lembaga kesehatan terkait.
Pemateri kedua Apt. Citra tulisan pardilati, s. Farm, M. Farm.
Strategi Belajar Efektif
• Perbedaan SMA vs Kuliah:
• SMA: jadwal teratur, guru aktif membimbing, fokus hafalan.
• Kuliah: jadwal fleksibel, dosen sebagai fasilitator, mahasiswa dituntut mandiri, fokus penciptaan ilmu.
• Keterampilan Wajib Mahasiswa: 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication), literasi digital, adaptability.
• Tantangan: Manajemen waktu yang kompleks, berpikir kritis, variasi metode belajar, serta adaptasi dengan kehidupan organisasi dan sosial kampus.
• Metode Belajar: PBL, CBL, diskusi kelompok kecil, role-play, mind mapping, active recall, dan spaced repetition.
Manajemen Waktu & Keseimbangan
• Tujuan: Mencegah stres, meningkatkan produktivitas, menyeimbangkan akademik dan kehidupan sosial.
• Teknik: To-do list harian, metode Pomodoro, time blocking, hindari prokrastinasi.
• Keseimbangan Akademik & Non-Akademik: Menjaga kesehatan, mengembangkan soft skill, serta mencegah burnout.
• Manfaat Organisasi: Melatih manajemen waktu, menjadi wadah aktualisasi diri, serta mengasah kemampuan sosial dan mental.
Mental Health & Kolaborasi
• Pentingnya Mental Health: Mahasiswa harus mampu mengelola emosi, stres, serta menjaga hubungan sosial yang sehat.


0 Komentar